Pribadi Menawan

Dalam kesederhanaan kita bisa menemukan banyak keutamaan. Sesungguhnya Kesederhanaan lebih memberikan kenyamanan dan dapat menumbuhkan rasa simpatik. Seorang beriman yang sederhana cenderung lebih piawai menkondisikan dirinya dengan lingkungan.

Ketika berbicara, pilihan kata-kata yang digunakan adalah kata-kata yang mampu dipahami oleh banyak orang. Ketika berbicarapun tidak pernah memaksakan diri melebihi kapasitas keilmuwan yang dimiliki. Ketika ditanya tentang suatu persoalan, ia akan menjawab sebatas keilmuwannya namun tidak sungkan untuk berkata “tidak tahu” jika ia tidak mampu menjawabnya.

Dalam pergaulan, seorang beriman yang sederhana tidak memilih teman sepergaulan berdasarkan status sosial atau karena keelokkan rupa, pun tidak disebabkan agar mendapat keuntungan materi duniawi. Kemanfaatan bagi sesama merupakan keinginan terbesarnya.

Dalam kebutuhan hidup, pribadi beriman yang sederhana hanya mengambil bagiannya sesuai dengan kebutuhan, tidak rakus dan lebih senang untuk berbagi. Jika seorang sederhana yang beriman memiliki Kelebihan, hal itu tidak membuatnya ingin tampil menonjolkan diri lebih daripada yang lain. Pada saat Kekurangan, seorang beriman yang sederhana tidak merasa jatuh harga diri. Rasa Qona’ah (menerima apa yang ada) adalah pakaian yang senantiasa mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang beriman yang sederhana dan zuhud terhadap dunia merasa senang dengan rezeki yang diberikan Allah SWT meskipun sedikit. Seorang beriman sederhana yang zuhud akan dicintai oleh Allah SWT dan lebih banyak disenangi oleh manusia. Bagi orang beriman yang zuhud, kekayaan bukanlah dikarenakan melimpahnya harta benda yang dimiliki melainkan hadirnya rasa ketenangan di dalam hati dalam segala keadaan.

  1. A. Manusia

Unsur-Unsur yang Membangun Manusia

Manusia terdiri dari 4 unsur:

  1. Jasad    : Tubuh manusia yang dapat dilihat dan diraba
  2. Hayat   : Unsur hidup yang ditandai dengan aktivitas
  3. Ruh      : Bersifat spritual berhubugan langsung dengan Tuhan
  4. Nafs     : Kesadaran/akal tentang diri sendiri

Manusia Sebagai Satu Kepribadian Mengandung 3 Unsur :

  1. ID                    : Merupakan kepribadian yang mendasar
  2. EGO                : Bagian dari ID sebagai kepribadian yang berbeda dari lainnya
  3. SUPER EGO   : Struktur kepribadian yang paling akhir terbentuk dari luar

Hakekat Manusia

    • Makhluk ciptaan Tuhan terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai kesatuan yang utuh
    • Memiliki perasaan intelektual, estetis, etis, diri, sosial, religius
    • Makhluk hayati dan budayawi
    • Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan
  1. B. Pengertian Kebudayan

Menurut E.B Taylor (1871) Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuaqn, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Menurut C.A Van Peursen, kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hwan, maka manusia tidak hidup begut saja ditengan alam, melainkan mengubah alam.

C. Unsur-Unsur Kebudayaan

  • Sistem religi
  • Sistem organisasi kemasyarakatan
  • Sistem pengetahuan
  • Sistem ekonomi
  • Sistem teknologi dan peralatan
  • Bahasa
  • Kesenian

D. Wujud Kebudayaan

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :

  1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
  2. Kompleks aktivitas
  3. Wujud sebagai benda

E. Orientasi Nilai Budaya

  1. Hakekat hidup manusia : hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern
  2. Hakekat karya manusia : setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda untuk hidup kedudukan, gerak hidup untuk menambah karya
  3. Hakekat waktu manusia : hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, masa lalu atau mas kini
  4. Hakekat alam manusia : ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam ada juga yang harus menyatu dengan alam
  5. Hakekar hubugan manusia : mementingkan hubungan antar manusia baik vertikal maupun horizontal

F. Perubahan Kebudayaan

Terjadinya gerakan perubahan kebudayaan disebabkan oleh :

  • Perubahan jumlah penduduk
  • Perubahan lingkungan hidup

Faktor yang Mempengaruhi Diterima atau Tidak Unsur Kebudayaan Baru

  • Terbatasnya masyarakat memiliki hubugan atau kontak
  • Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan
  • Sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan
  • Dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat

G. Kaitan Manusia dan Kebudayaan

Hubugan antara manusia dan kebudayaan secara sederhana adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain  hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap :

  1. Eksternalisasi   : Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya
  2. Obyektivitas     : Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif
  3. Internalisasi      : Proses dimana masyarakat kembali dipelajari manusia

  1. A. Pendahuluan

Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, kebudayaan, dan verbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Hal ina perlu karena dirasakan kekurangan pada system pendidikan, baik tingkat menengah maupun pada tingkat perguruan tinggi.

Diharapkan, dengan mendapat mata kuliah ilmu budaya dasar ini mahasiswa dapat memiliki latar belakang yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat lebih lanjut, agar dengan demikian mahasiswa diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaanya sendiri dengan kreatif.

Latar belakang diberikannya mata kuliah ilmu budaya dasar yang tidak haya malihat dalam konteks pandidikan tinggi tetapi juga dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:

  1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
  2. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
  3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
  1. B. Ilmu Budaya Dasar sebagai Bagian Mata Kuliah Dasar Umum

Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu komponen dari sejumlah Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang merupakan mata kuliah wajib di semua perguruan tinggi, baik yang bersifat eksakta maupun non eksakta.

Jadi, pendidikan umum yang menitikberatkan pada usha mengembangkan kepribadian mahasiswa, pada dasarnya berbeda dengan mata kuliah Bantu yang bertujuan untuk menopang keahlian mahasiswa dalam disiplin ilmunya. Demikian pula berbeda dengan pendidikan keahlian yang bertujuan untuk mengembangkan keahlian mahasiswa dalam bidang atau disiplin ilmunya.

  1. C. Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”.

Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :

1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ), bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semestak

2. Ilmu-ilmu social (social scince), bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia.

3. Pengetahuan budaya ( the humanities ), bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.

Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

D. Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :

1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.

2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.

3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat

4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.

E. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :

1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.

2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :

1.Manusia dan cinta kasih
2.Manusia dan Keindahan
3.Manusia dan Penderitaan
4.Manusia dan Keadilan
5.Manusia dan Pandangan hidup
6.Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7.Manusia dan kegelisahan
8.Manusia dan harapan

Penjelasan yang bagaimanapun adanya tentang agama, tak akan pernah tuntas tanpa mengikutsertakan aspek-aspek sosiologisnya. Agama, yang menyangkut kepercayaan kepercayaan serta berbagai prakteknya, benar-benar merupakan masalah sosial dan pada saat ini senantiasa ditemukan dalam setiap masyarakat manusia. Karena itu segera lahir pertanyaan tentang bagaimana seharusnya dari sudut pandang sosiologis.

Dalam pandangan sosiologi, perhatian utama terhadap agama adalah pada fungsinya terhadap masyarakat. Istilah fungsi seperti kita ketahui, menunjuk kepada sumbangan yang diberikan agama, atau lembaga sosial yang lain, untuk mempertahankan (keutuhan) masyarakat sebagai usaha-usaha yang aktif dan berjalan terus-menerus. Dengan demikian perhatian kita adalah peranan yang telah ada dan yang masih dimainkan. Emile Durkheim sebagai sosiolog besar telah memberikan gambaran tentang fungsi agama dalam masyarakat. Dia berkesimpulan bahwa sarana-sarana keagamaan adalah lambang-lambang masyarakat, kesakralan bersumber pada kekuatan yang dinyatakan berlaku oleh masyarakat secara keseluruhan bagi setiap anggotanya, dan fungsinya adalah mempertahankan dan memperkuat rasa solidaritas dan kewajiban sosial.

Agama telah dicirikan sebagai pemersatu aspirasi manusia yang paling sublime; sebagai sejumlah besar moralitas, sumber tatanan masyarakat dan perdamaian batin individu; sebagai sesuatu yang memuliakan dan yang membuat manusia beradab. Sebenarnya lembaga keagamaan adalah menyangkut hal yang mengandung arti penting tertentu, menyangkut masalah aspek kehidupan manusia, yang dalam transendensinya, mencakup sesuatu yang mempunyai arti penting dan menonjol bagi manusia. Bahkan sejarah menunjukkan bahwa lembaga-lembaga keagamaan merupakan bentuk asosiasi manusia yang paling mungkin untuk terus bertahan.

Dalam kaitannya dengan lembaga sosial yang ada dalam masyarakat, hendaknya cara berpikir sosiologis dipusatkan pada lembaga-lembaga kecil dan besar, serta gabungan lembaga-lembaga yang merupakan sub-sub sistem dalam masyarakat. Para sosiolog cenderung untuk memperhatikan paling sedikit 4 kelompok lembaga-lembaga yang penting (yang dapat dijabarkan ke dalam kategori-kategori yang lebih kecil dan khusus), yakni:

  1. Lembaga-lembaga politik yang ruang lingkupnya adalah penerapan kekuasaan dan monopoli pada penggunaan kekuasaan secara sah.

  2. Lembaga-lembaga ekonomi yang mencakup produksi dan distribusi barang dan jasa.

  3. Lembaga-lembaga integrative-ekspresif, yang menurut Inkeles adalah (Alex inkeles 1965: 68).

“… Those dealing with the arts, drama, and recreation..This group also includes institutions which deal with ideas, and with the transmission of received values. We may, therefore, include scientific, religius, philosophical, and educational organizations within this category”.

  1. Lembaga-lembaga kekerabatan mencakup kaedah-kaedah yang mengatur hubungan seksual serta pengarahan terhadap golongan muda.

Walaupun tampaknya, suatu lembaga memusatkan perhatian terhadap suatu aspek kemasyarakatan tertentu, namun di dalam kenyataan lembaga-lembaga tersebut saling berkaitan secara fungsional. Setiap lembaga berpartisipasi dan memberikan kontribusi dengan cara-cara tertentu pada kehidupan masyarakat setempat (“community”).

Perbincangan tentang agama dan masyarakat memang tidak akan pernah selesai, seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. Baik secara teologis maupun sosiologis, agama dapat dipandang sebagai instrument untuk memahami dunia. Dalam konteks itu, hampir-hampir tak ada kesulitan bagi agama apapun untuk menerima premis tersebut. Secara teologis hal itu dikarenakan oleh watak omnipresent agama. Yaitu, agama, baik melalui simbol-simbol atau nilai-nilai yang dikandungnya “hadir dimana-mana”, ikut mempengaruhi, bahkan membentuk struktur sosial, budaya , ekonomi dan politik serta kebijakan publik. Dengan ciri ini, dipahami bahwa dimanapun suatu agama berada, ia diharapkan dapat memberi panduan nilai bagi seluruh diskursus kegiatan manusia, baik yang bersifat sosial-budaya, ekonomi maupun politik. Sementara itu, secara sosiologis tak jarang agama menjadi faktor penentu dalam proses transformasi dan modernisasi.

Kehadiran agama-agama didunia memang mampu memberikan warna-warni terhadap kehidupan dunia. Karena agama secara umum kehadirannya disertai “dua muka” (janus face). Pada satu sisi , secara inherent agama memiliki idensitas yang bersifat “exclusive”, “particularist”, dan “primordial”. Akan tetapi, pada waktu yang sama, agama juga kaya akan identitas yang bersifat “inclusive”, “universalist”, dan “transcending”. Atau dengan kata lain mempunyai energi konstruktif dan destruktif terhadap umat manusia. Yang dalam perjalanan sejarahnya mampu memberikan kedamaian hidup umat manusia, tetapi juga menimbulkan malapetaka bagi dunia akibat perang antar agama dan politisasi suatu agama tertentu oleh para penguasa yang dzolim. Sejarah mencatat “perang salib” atau “perang sabil” antara islam dengan Kristen selama empat abad lamanya dengan kemenangan silih berganti.

Pemeluk agama-agama di dunia meyakini bahwa fungsi utama agama yang dipeluknya itu adalah memandu kehidupan manusia agar memperoleh keselamatan di dunia dan keselamatan sesudah hari kematian. Mereka menyatakan bahwa agamanya menyatakan kasih sayang pada sesama manusia dan sesama makhluk Tuhan, alam tumbuh-tumbuhan, hewan, hingga benda mati. Sehingga dalam usahanya untuk membentuk kehidupan yang damai, banyak dari para ahli dan agamawan dari tiap-tiap agama melakukan dialog-dialog untuk memecahkan konflik keagamaan. Pada level dunia mulai muncul pandangan tentang universal religion yaitu suatu agama yang tidak membedakan dari mana asal teologis dan unsur transcendental suatu agama tetapi memandang tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kedamaian dan keberlangsungan hidup berdampingan.

Di Indonesia sendiri konflik agama baik yang bersifat murni maupun yang ditumpangi oleh aspek budaya, politik, ideologi dan kepentingan golongan banyak mewarnai perjalanan sejarah Indonesia. Bahkan diera reformasi dan paska reformasi, agama telah menunjukkan peran dan fungsinya yang nyata. Baik kekuatan yang konstuktif maupun kekuatan yang destruktif. Sesudah gerakan reformasi, suatu keyakinan ketuhanan atau keagamaan banyak dituduh telah menyebabkan konflik kekerasan dinegeri ini. Selama empat tahun belakangan, ribuan anak bangsa mati tanpa tahu untuk apa. Ribuan manusia terusir dari kampong halamannya, tempat mereka dilahirkan. Ribuan anak-anak lainnya pun menjadi piatu, kehilangan sanak keluarganya dan orang-orang yang dikasihi.

Pertanyaan tentang mengapa bangsa yang selama ini dikenal santun dan relegius, berubah beringas dan mudah melakukan tindak kekerasan pada sesama, jawabanya tidak pernah jelas dan beragam. Apakah hal ini karena faktor keagamaan, etnisitas, ekonomi dan politik atau faktor lain, masih menjadi bahan perdebatan panjang. Fungsi agama pun tetap diperdebatkan oleh para ilmuan, apakah agama sebagai pemicu konflik atau agama sebagai faktor integrasi sosial.

Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau tindakan militer. filsuf Aristotle menyatakan bahwa “Sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela.

Ciri Hukum adalah :
- Adanya perintah atau larangan
- Perintah atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang.

Hukum mempunyai sifat memaksa. Sehingga hukum menjadi peraturan hidup yang dapat memaksa orang untuk menaati serta dapat memberikan sangsi tegas terhadap setiap orang yang tidak mau mematuhinya.

Sumber hukum dapat ditinjau dari segi formal dan segi material. Sumber hukum material dapat kita tinjau lagi dari berbagai sudut, misalnya dari sudut politik, sejarah, konomi dan lain-lain.
Sedangkan sumber hokum formal antara lain :
1) Undang – Undang (statute)
2) Kebiasaan (costum)
3) Keputusan-keputusan Hakim (Yurisprudensi)
4) Traktat (Treaty)
5) Pendapat Sarjana hokum.

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.
Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.
Negara mempunyai 2 tugas utama, yaitu :
1) Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lainnya.
2) Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan Negara.
a) Sifat – sifat Negara
1) Sifat memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi.
2) Sifat monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat.
3) Sifat mencakup semua, artinya semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang tanpa kecuali.

Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik dari dirimu. Ucapkanlah dalam hatimu:

“Bisa jadi kedudukannya di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku.”

Jika bertemu dengan anak kecil, maka ucapkanlah (dalam hatimu):

“Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada-Nya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku.”

Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah (Dalam hatimu):

“Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan orang yang berilmu, maka ucapkanlah (dalam hatimu):

“Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperoleh, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui, dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah (dalam hatimu):

“Orang ini bermaksiat kepada Allah karena dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah (dalam hatimu):

“Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak. Bisa jadi di akhir usianya dia memeluk agama islam dan beramal sholeh, dan bisa jadi di akhir usia, diriku kufur dan berbuat buruk.”

(dikutip dari : Facebook Group مُحَمَّدٍ AKTIVIS MUDA ISLAMالله

Saudaraku, ketahuilah bahwa tidak ragu lagi sholat adalah permata hati para pencinta, dan kelezatan ruh para ahli tauhid, taman bagi ahli ibadah dan kelezatan jiwa orang-orang yang khusyuk, dan sholat merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hambanya yang beriman.

SAudaraku, ketahuilah bahwa tidak ragu lagi sholat adalah permata hati para pencinta, dan kelezatan ruh para ahli tauhid, taman bagi ahli ibadah dan kelezatan jiwa orang-orang yang khusyuk

Allah telah menunjukkan sholat kepada hambanya melalui RasulNya yang benar, sebagai rohmat bagi mereka, kemuliaan bagi mereka, supaya mereka mencapai kemuliaan dengan sholat, kemenangan bertaqarrub kepada Allah, bukan karena Allah perlu kepada mereka, tetapi murni karunia Allah kepada mereka, dimana mereka dapat beribadah kepada Allah dengan seluruh jiwa dan raga mereka. Dan Allah menjadikan hati yang mengenal hakikat sholat sebagai hati yang paling sempurna. Yaitu ketika dia menghadap kepada Robnya, dan gembira menikmati kelezatan bertaqarrub dengan Nya, meninggalkan semua sesembahan selain-Nya dan ketika dia menegakkan ubudiyah kepadaNya. Memenuhi semua hak ubudiyah kepadaNya secara lahir maupun batin sehingga dia menegakkan sholat sesuai yang di ridhoi oleh Allah.

Saudaraku, ketika Allah menguji hambaNya dengan nafsu dan syahwat dengan perkara yang masuk kedalam dirinya atau keluar darinya, kesempurnaan rahmatNya dan ihsanNya kepada hambanya menuntut untuk menpersiapkan bagi hambanya satu hidangan yang mengandung segala macam anugerah dan kebaikan, dimana Dia menyeru hambaNya kepada hidangan itu lima kali sehari, dan Dia menjadikan pada setiap macam hidangan tersebut, kelezatan, manfaat, dan maslahat bagi hambaNya.sehingga sempurnalah kemuliaan yang diperoleh hambaNya dengan cahaya khusus dari hidangan yang diberikan Allah, karena sesungguhnya sholat merupakan cahaya dan kekuatan dalam hati dan raganya dan kelapangan rizkinya, dan kecintaan makhluk Allah kepadanya, bahkan para malaikatpun senang dengannya demikian pula bumi dan gunungnya dan pepohonanya, sungainya semuanya menjadi cahaya dan pahala khusus baginya pada hari bertemu Robnya.

Kemudian ketika tamu undangan ini keluar dari hidangan, dia telah merasa kenyang dan puas padahal sebelumnya dia mengalami kelaparan, kekeringan, tandus, haus, dan rasa sakit, setelah keluar dia merasa segar dan senang karena telah terpenuhi rasa haus dan laparnya.

Saudaraku, karena kegersangan selalu menimpa hati kita, maka seruan kepada hidangan ini pun datang dari waktu ke waktu dengan kontinyu sebagai rohmat dariNya. Sehingga hati sentiasa tersirami, dengan memohon kepada yang ditanganNya siraman hati sehingga tumbuhan keimanan, tanaman kebaikan dan buahnya tidak mengering dan unsur tanaman yang berupa ruh dan jiwa tidak terputus. Ini karena seorang hamba selalu mengadu kepada Robnya akan kekeringan dan kegersangannya dan perlunya kepada siraman rahmatNya, maka inilah makanan hamba diwaktu hidupnya.

Saudaraku, ketahuilah bahwa kegersangan yang menimpa hati adalah kelalaian, selama seorang hamba dalam keadaan ingat kepada Allah maka siraman rahmat turun kepadanya seperti hujan yang terus menerus turun

Saudaraku, ketahuilah bahwa kegersangan yang menimpa hati adalah kelalaian, selama seorang hamba dalam keadaan ingat kepada Allah maka siraman rahmat turun kepadanya seperti hujan yang terus menerus turun.Ketika dia lalai maka kegersangan kembali menimpanya.sehingga ketika kegersangan semakin mencengkeram kokoh maka bumi menjadi rusak dan mati.dan dorongan syahwat mendatanginya dari setiap penjuru.

Saudaraku, ketahuilah hati akan menjadi kering dan gersang jika kosong dari tauhidullah, dan kecintaanNya, dan ma’rifahNya, dan dzikir kepadaNya,yang lama-kelamaan hati akan ditimpa kepanasan jiwa, dan api syahwat, yang kemudian akan menghalangi anggota badan untuk bergerak, maka setelah itu raga dan pohon tidak layak kecuali untuk api.
Namun ketika hati senantiasa tersirami dengan siraman rahmat, maka raga menjadi lunak dan basah, maka jika engkau menuntunnya kepada perintah Allah maka dia akan taat.

Allah menciptakan manusia untuk tujuan menghambakan diri kepadaNya dengan seluruh jiwa raganya, maka apabila dia telah memenuhi tujuan ini maka dia seperti orang yang mengolah tanahnya dengan baik, lalu menanaminya dengan bermacam tanaman dan tumbuhan, lalu menjaganya dari hal-hal yang merusakknya, maka tanahnya menjadi subur dan menghasilkan buah-buahan yang baik, dengan demikian hati menjadi tenang dan tenteram sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadits yang diriwiyatkan Imam Ahmad :

يَا بِلَالُ أَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ

Artiya : “ Wahai Bilal, tenteramkan hati kita dengan sholat “

Namun apabila dia tidak mengerahkan seluruh jiwa raganya untuk ibadah, bahkan hanya untuk memenuhi kemauan hawa nafsunya, maka dia tidak memenuhi tujuan penciptaannya, sepeti orang yang memiliki tanah, namun tidak diolah, hanya dijadikan tempat pembuangan sampah dan bangkai, tempat binatang liar dan buas, maka tanah tersebut tidak mendatangkan manfaat, bahkan bisa mendatangkan bahaya dan berbagai macam penyakit.
Dan sholat merupakan satu sarana yang untuk mengoptimalkan pemanfaatan jiwa dan raga kita dalam beribadah kepada Allah baik secara lahir maupun batin.

Saudaraku, jadi rahasia dibalik sholat adalah menghadapkan hati kita kepada Allah, menghadirkan seluruh jiwa dihadapanNya, maka apabila kita tidak menghadapkan segenap jiwa raga kita kepadaNya, bahkan kita sibuk dengan selainNya, maka kita sepeerti orang yang mendatangi pintu penguasa untuk memohon maaf kepadanya disertai dengan segala persiapan dan kata-kata yang indah, namun ketika sampai di pintunya, kita berpaling darinya, kita disibukkan dengan hal lain, padahal sang penguasa menyaksikan kita.
Maka dalam keadaan seperti ini, Allahpun enggan melimpahkan rahmat, kebaikan dan karuniaNya kepada kita.

Wallahu A’lam Bishowab

Dikutip dari : Facebook Group مُحَمَّدٍ AKTIVIS MUDA ISLAM الله

Suatu ketika ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan, maka iya bertanya pada Tuhan.

“Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi, tapi aku takut. Aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku di sana?”.

Tuhan pun menjawab. “Diantara semua malaikatku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawat dan mengasihimu”.

Si kecil bertanya lagi.”Tapi di sini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia”.

Tuhan Pun menjawab. “Tak apa, malaikatmu itu akan menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan semua itu akan membuatmu bahagia”.

Namun si kecil bertanya kembali. “Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?”

Tuhan pun menjawab. “Malaikatmu itu akan membisikan kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada di sampingmu, dan dengan kasihnya dia akan mengajarkan berbicara dengan bahasa manusia”.

Si kecil bertanya lagi. “Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara pada Mu, Ya Tuhan?”

Tuhan pun menjawab. “Malaikatmu itu akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkan untuk berdoa”.

Lagi-lagi si kecil beratanya. “Namun aku dengar, di sana ada banyak sekali orang jahat. Siapakah yang akan melindungiku?”

Tuhan menjawab. “Tenang, malaikatmu akan terus melindungimu, Walau nyawa yang akan menjadi taruhannya. Dia akan sering melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu”.

Namun si kecil malah sedih. “Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tidak melihatmu lagi?”

Tuhan menjawab. “Malaikatmu akan menajarkanmu tentang Keagungan Ku, dia akan selalu mendidikmu bagaimana agar selalu patuh dan taat Kepada Ku. Dia akan melalu membimbingmu untuk selalu mwngingat Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada di sisimu”.

Hening…….

Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup.

“Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang. Tolong sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku itu”.

Tuhan kembali menjawab. “Nama malaikatmu itu tak begitu penting, kamu akan memanggilnya dengan sebutan “IBU”. Ya, panggil dia dengan sebutan IBU”.

PESAN : SAYANGI DAN CINTAILAH IBU MU, MULAI SEKARANG.
SEBELUM ITU TERLAMBAT…

(di kutip dari Facebook Group JEMAAH AL-FACEBOOKIYAH INDONESIA)

…Wahai hamba Allah, kaum Muslimin, ketahuilah sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menciptakan makhluk supaya mereka mengenal Allah Subhanahu wata’ala dan menyembah-Nya dan supaya mereka takut kepada-Nya. Dan Allah Subhanahu wata’ala telah menggambarkan tentang pedihnya siksaan-Nya dan dahsyatnya api Neraka-Nya di dalam Al Quranul karim dengan pensifatan yang sedemikian banyak dan pengulangan yang beraneka ragam.
Seluruh hal tersebut Allah Subhanahu wata’ala sifatkan tentang api Neraka dan apa yang Allah Subhanahu wata’ala siapkan berupa siksaan dan kepedihan dan yang terkandung di dalamnya berupa makanan dari zaqqum, addhori’, air yang mendidih, belenggu, dan rantai yang membuat getar hati orang-orang beriman yang takut kepada Allah Subhanahu wata’ala yang maha perkasa lagi maha kuat. Dan membuat getar hati para hamba yang menyadari dirinya bahwa dia akan berdiri di depan Allah Subhanahu wata’ala yang maha perkasa.
Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah memperingatkan dari api Neraka dan demi Allah!… tidaklah Allah Subhanahu wata’ala memperingatkan kepada hamba-Nya dan membuat mereka takut kepada sesuatupun yang lebih keras dan lebih dahsyat dari api Neraka. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّى
”Maka Kami memperingatkan kamu dengan Neraka yang menyala-nyala” (Al Lail: 14)
Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
إِنَّهَا لإحْدَى الْكُبَرِ. نَذِيرًا لِلْبَشَرِ
“Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia.” (Al Muddatsir: 35)
Dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ad Darimi, dan Al Hakim, dari An Nu’man bin Basyir Radhiallahu’anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkhutbah dan berkata (dengan suara yang sangat keras),
“Saya peringatkan kalian dari api Neraka !!
Saya peringatkan kalian dari api Neraka !!!.
Andaikata seseorang berada di pasar ia akan mendengarkan suara tersebut dari tempatku ini. Bahkan (saking bersemangatnya, red) selendang yang tadinya berada di bahu beliaupun terjatuh di kakinya.”
Ini menunjukkan betapa kerasnya beliau memperingatkan tentang kedahsyatan neraka kepada umatnya.
Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya Shallallahu’alaihi wasallam telah menggambarkan bagaimana panasnya api Neraka, dan bagaimana golakan api Neraka, dan digambarkan bagaimana makanan dan minuman penghuninya, dan digambarkan bagaimana belenggu dan berbagai macam siksaan yang terkandung di dalamnya, dan digambarkan tentang pakaian orang-orang yang menghuninya. Seluruh hal tersebut sebagai seruan kepada hamba Allah Subhanahu wata’ala supaya takut dan bertakwa kepada-Nya dan bersegera menuju hal-hal yang dicintai dan diridhoi oleh Allah Subhanahu wata’ala.

(di kutip dari :
http://kebunhidayah.wordpress.com/2009/11/03/betapa-dahsyatnya-dan-betapa-mengerikannya-siksaan-di-dalam-neraka/ )

Judul tersebut bukan mau menandingi sebuah novel laris manis karya sarjana Al Azhar Mesir yang fenomenal nan monumental, bukan pula mau menandingi pemerintah yang sedang gencar di mass media dalam mengkampanyekan pemberhentian sistem bahan bakar bersubsidi, bahkan bukan pula membahas tentang urusan halal ataupun haramnya pacaran (karena kami yakin, teman-teman lain penulis di situs ini telah menyiapkan soal tersebut). Tulisan ini ditujukan hanya untuk mengasah daya nalar dalam berfikir dan menyadari sebuah realita yang ada aja kok, gak lebih.

Pacaran, sebuah kata yang udah gak tabu lagi buat diucapkan. Bahkan varian demam cinta ini tak hanya melanda hubungan berbeda jenis saja. Tapi pacaran juga berlaku buat mereka yang memiliki hubungan khusus dengan sesama jenis. Nah lho!

Muda-mudi jaman sekarang, bisa dibilang kuper kalo belum pernah ngalamin yang namanya pacaran dalam hidupnya. Justru pujian bagus buat mereka yang suka gonta-ganti pacar, dari mulai play boy sampai buaya darat. Istilah hubungan percintaan bertajuk pacaran emang layak buat dijadikan komoditas publik. Banyak untaian lagu cinta pilihan yang pas buat mereka yang ngerasa sedang pacaran. Menambah suasana pacaran lebih indah dan berkesan. Bukan cuma sekedar pegangan tapi menjurus kesentuhan pun ada. Realita yang sulit buat para aktivis dakwah menutup mata. Sebuah kenyataan yang mudah untuk ditemukan disekitar lingkungan rumah kita.

Sebagian besar mereka yang berpacaran, tentunya memiliki motif tersendiri. Dari yang bersifat umum hingga bersifat khusus. Bersifat umumnya yaa sebagian besar cuma membutuhkan perhatian sampai dorongan semangat, sedangkan yang bersifat khusus adalah pelampiasan hawa nafsu yang liar tak terkendali.

Anehnya dikalangan penganut mazhab pacaran, terselip para pemuda yang masih berseragam dan berjenjang pendidikan wajib belajar. Mereka latah karena mungkin kakaknya, tantenya, omnya, bapaknya, ibunya juga dahulu berpacaran. Jadi legitimasi atas hak asasi untuk berpacaran mesti dibolehkan. Dan orang tua sebagai pengasuh justru malah gak jarang mendukung apa yang dilakukan anaknya yang masih berseragam.

Lebih anehnya lagi segala modal diberikan karena anaknya berubah drastis dari kehidupan sebelumnya gara-gara pacaran. Bener khan?. Kebalik dan sungguh telah terbalik, malah membuat rancu sistem pacaran itu sendiri. Jadi membuat bingung juga sebenarnya yang pacaran itu siapa? Ataukah orang tuanya atau anaknya? Sebab tiap kali sang anak mau memberikan sesuatu ke si pacar, bisa jadi ngajak jalan atau sekedar ngapel dirumah bersangkutan. Pasti yang keluar dana adalah si orang tua. Apa gak malu tuh pacaran masih disubsidi, apa kata dunia!

Namun pemahaman ajaib juga terjadi lagi, ketika banyak mereka para ortu yang melegalkan anaknya pacaran beserta memberikan sokongan dalam pendanaan. Para aktivis dakwah yang justru ingin menghalalkan perbuatan pacaran tersebut dalam kerangka pernikahan lebih cepat, malah dicemooh sebagai barang yang aneh dan baru (kejadian langka ibaratnya). Para ortu tersebut tidak berani memberikan subsidi bagi anaknya yang ingin menikah, tapi malah memberikan subsidi buat kakaknya yang sedang pacaran! Dengan banyak dalih bagi anaknya yang shalih dan ingin menjaga dirinya dengan menikah dituduh sebagai masih kecil dan belum pantas buat menikah…ajiib. kakaknya yang sudah besar lebih gak pantas lagi buat pacaran! Seharusnya demikian.

Itulah ketika kebenaran telah sukses diputar balikkan dengan kebiasaan, sebagian besar orang sekarang menganggap bahwa sebuah kebenaran ialah yang banyak dilakukan dan terbiasa dilihat serta dilaksanakan. Salah satunya adalah pacaran, sedangkan proses sesuai syariat dan kebenaran demi menghilangkan fitnah justru dianggap keanehan. Sungguh sama, persis hari ini dengan kemarin.

Tapi tunggu dulu, ortu bakal kelimpungan ketika para anak yang disayang ketika menyayangi anak orang lain menjadi binal dan sembarangan. Sang pacar pun tekdung alias MBA (Married By Accident) terlebih dulu. Aib pun tersebar dan ortu mengelus dada dengan menikahkan anaknya tanpa rencana. Semua terbengkalai, sebab harusnya pacaran tersebut jadi penyemangat pendidikan sang anak, justru malah menjadi penghancur pendidkan. Sungguh sangat disayangkan.

Sepantasnya bagi orang tua untuk menjaga anaknya yang diamanahkan oleh Allah, bukan malah justru dibantu dalam rangka mendurhakai Allah Ta’ala. Niatnya ingin mendapat cinta dari sang anak, eh justru malah si orang tua memasukkan anaknya kedalam neraka. Ketahuilah pak-bu, bahwasanya pacaran itu adalah pintu menuju perzinahan, dan perzinahan adalah bentuk kekejian yang berasal dari kemaksiatan kepada Allah Ta’ala. Jadi hentikan subsidi kemaksiatan tersebut kepada sang anak.

Jika memang ingin mendapatkan keridhaan dari Allah Ta’ala hendaklah dinikahkan anak tersebut agar tidak meluas fitnah baik di lingkungan maupun di keluarga. Sebab berapa banyak orang tua yang membiarkan anaknya berpacaran dengan seseorang, hasil yang didapat lebih banyak kekecewaan dan kesedihan. Dan itu pasti, disebabkan mereka mengawali jalinan cinta tidak dengan hubungan yang disyariatkan.

Jadi mulai sekarang hentikan kebiasaan yang tidak disyariatkan oleh Islam sebelum semuanya terlambat dan nikahkanlah anak bila memang telah layak. Sedangkan apabila belum mampu maka hendaklah bertakwa kepada Allah Ta’ala.

Sumber : Sobat-Muda.com